Minggu, 27 Mei 2012

Jasa Luar Biasa yang ditanam oleh Goodyear


Charles Goodyear, sang penemu ban vulkanisir, ternyata harus meninggal dunia dengan utang yang belum terbayarkan sejumlah $200 ribu. Mungkin kita akan berpikir bahwa itu memalukan. Namun, apa yang dituliskannya di dalam surat wasiat membuat semua orang mengagumi karakternya. 

 “Hidup tidak bisa terus dihitung dengan jumlah dolar dan sen. Aku tidak semestinya mengeluh karena telah menanam sementara orang lain yang memanennya. Seseorang hanya boleh kecewa kalu dia menanam tanpa pernah dipetik hasilnya oleh siapapun.”

Amerika telah memetik hasil dari apa yang ditanam oleh Goodyear. Setiap tahunnya, Amerika Serikat mendapatkan pemasukan lebih dari $6 miliar dari industri ban dan lebih dari 300 ribu orang menggantungkan hidupnya pada industri ini. Goodyear telah menanam sebuah industri yang hasilnya bisa dinikmati oleh banyak orang. 

“Seseorang hanya memiliki alasan untuk menyesal seandainya ia telah menabur dan tidak ada yang memanennya.”

- Charles Goodyear –

Pembuat ban vulkanisir pertama di dunia

Jumat, 25 Mei 2012

Tujuan Hidup Mulia Seorang Einstein

Cerita Inspiratif kali ini adalah tentang sepenggal kisah seorang Ilmuwan hebat sepanjang masa yang mungkin bisa meng-inspirasi hidup anda. Merupakan kelanjutan dari artikel sebelumnya Apakah Anda Sudah Mengenali TujuanHidup Anda? Jika anda bingung menentukan tujuan hidup Anda, simaklah cerita inspiratif berikut ini yang mengulas tentang tujuan hidup Einstein yang sangat mulia. 

Einstein adalah seorang ilmuwan besar, mungkin salah satu yang terbesar sepanjang masa. Sudah seringia mendapatkan penghargaan karena berbagai makalah dan karya ilmiahnya. Namun, dia dikenal tak acuh terhadap penghargaannya tersebut. Jika tidak diingatkan berulang kali oleh istrinya, Einstein mungkin sudah lupa mengambil dua buah medali yang dianugerahkan oleh British Royal Society dan Royal Astronomical Society di kementerian Luar Negeri AS. Setelah mengambilnya pun, Einstein merasa tak ada yang istimewa.

Hal yang disukainya adalah pergi menonton film bersama istrinya di bioskop. Suatu kali, setelah menikmati sebuah film, dalam perjalanan pulang istrinya bertanya seperti apa betuk medali tersebut. Namun, Einstein menjawab tidak tahu karena belum membukanya sama sekali.

Suatu hari Einstein membaca surat kabar dan melihat artikel mengenai Niels Bohr yang mendapatkan medali American Banard Medal. Di artikel itu juga mencantumkan namanya sebagai penerima medalai pada periode sebelumnya. Penghargaan itu hanya diberikan secara rutin sekali dalam empat tahun kepada ilmuwan dunia pilihan. Setelah membaca artikel tersebut, Einstein menunjukannya kepada sang istri dan menanyakan apakah itu benar karena ia tidak ingat sama sekali pernah menerimanya.

Itulah Einstein. Sosok yang tak mengenal tanda penghargaan.

Pada saat menghadiri sebuah acara di Prussian Academi, seorang tokoh penting bernama Walter Nernst menghampiri Einstein. Ia tertarik dengan pakain Einstein yang tidak menempelkan medali Pour le Merit.

“Apakah istri Anda lupa memasangkan di baju Anda?” kata Walter.

“Tidak, dia ingat. Aku saja yang tidak mau memakainya.” Jawab Einstein.

Begitulah Einstein. Dia senang pekerjaannya dihargai, tapi bukan itu tujuan akhir hidupnya. Ia bekerja bukan untuk mendapatkan medali atau piala. Dia bekerja untuk memecahkan masalah yang ia temukan dalam keilmuannya.

“Tidak semua hal yang penting dapat dihitung, dan tidak semua yang dapat dihitung itu penting”

- Albert Einstein -

Ilmuwan penemu teori relativitas

Kamis, 24 Mei 2012

Tantangan Terbesar Seorang Petualang


Kisah inspiratif kali ini adalah tentang Sir Edmund Hillary, orang pertama yang berhasil menjejakkan kaki dengan selamat di puncak gunung everest. Ia menjadi sangat terkenal setelah menaklukan gunung tertinggi di dunia itu. Pada suatu kesempatan, seorang reporter dari salah satu media terkenal dunia mewawancarainya.

“Bagaimana perjalanan Anda ke puncak Everest?” Tanya si reporter. 

“Menarik sekali. Penuh tantangan sekaligus pemandangan indah,” jawab Sir Edmund.

“Setahu saya Anda sudah melakukan penjelajahan di berbagai belahan dunia. Apa bahaya yang paling besar yang anda takuti ketika melakukan kegiatan seperti ini? Hewan buas? Berbisa? Badai?”

“Bahaya yang paling mengancam? Saya rasa saya paling takut pada butiran pasir,” awab Sir Edmund.
“Butiran pasir?”

“Ya, benar. Butiran pasir yang kecil bisa menyusup ke dalam sela-sela kuku. Ketika dingin mendera, daging kita bisa sangat lunak. Saat itulah butiran pasir menggesek-geseknya dan menimbulkan infeksi. Dingin juga mengurangi kemampuan indra peraba tubuh. Jadi anda tidak tahu ada sesuatu yang terjadi pada tubuh Anda sampai salah satu jari anda tiba-tiba menghitam dan tidak bisa digerakkan lagi,” ujar Sir Edmund Hillary.

Begitulah kisah inspiratif yang bisa kita ambil dari sepenggal kisah sang petualang. Terkadang memang bahaya terbesar yang bisa kita alami justru disebabkan oleh musuh yang paling kita anggap enteng.


“Manusia tidak memilih dirinya untuk menjadi luar biasa. Mereka memilih untuk melakukan hal-hal yang luar biasa.”

- Sir Edmund Hillary –

Petualang inggris yang menjadi orang non-himalaya pertama di dunia menaklukan puncak Everset.

Jumat, 11 Mei 2012

Apakah anda sudah mengenali tujuan hidup anda?


Florence Chadwick adalah seorang perenang ulung yang menjadi wanita pertama yang berhasil menyeberangi Selat Inggris bolak-balik. Pada suatu pagi yang sangat dingin di 1952, Chadwick mencoba sebuah tantangan baru untuk berenang dari pulau Catalina menuju Pantai California.
Ditengah lautan yang dingin, ada pula kabut yang sangat tebal. Saking tebalnya kabut pagi itu, Chadwick tidak bisa melihat perahu yang ditugaskan mendampinginya selama perjalanan. Berkali-kali Chadwick terkejut oleh bunyi senapan yang ditembakkan kea rah air sebagai pertanda adanya hiu. Namun, tetap saja Chadwick tidak bisa melihat apa yang ada didepannya.
Selama berenang selama 15 jam, Chadwick minta diangkat ke atas perahu pengiringnya. Pelatihnya meminta agar ia tetap berenang karena ia sudah dekat dengan pemecahan rekor. Chadwick berusaha keras melihat ke sekelilingnya. Namun, yang ia temukan hanya kabut. Ia tidak bisa melihat dengan jelas dimana daratan yang ditujunya. Hanya 800 meter lagi dari tujuan akhirnya, Chadwick menyerah.
Dalam wawancara ia berkata, “Bukannya saya mencari-cari alasan. Tapi, seandainya saya bisa melihat daratan, saya pasti berhasil”.
Bukanlah karena dinginnya air atau kelelahan yang menggagalkan Florence Chadwick dari pemecahan rekornya. Namun, ketidakmampuan melihat tujuan akhirnyalah yang membuatnya gagal.
Jika tujuan hidup Anda juga buram, lalu bagaimana Anda bisa mencapainya?

“Optimisme adalah keyakinan yang menuntun kepada keberhasilan. Tidak ada yang bisa dilakukan tanpa harapan dan kepercayaan diri”
-  Hellen Keller –
Motivator dunia yang terlahir buta dan tuli

Minggu, 25 Maret 2012

Beasiswa Astra 1st by PT Astra International Tbk 2012

Deadline: 9 April 2012
 
Beasiswa Astra 1st by PT Astra International Tbk,
Fasilitas:

a. Beasiswa 5 juta/semester
b. Program pengembangan kepribadiaan
c. Kesempatan belajar (Kerja Praktek atau Magang) di Astra Group (158 anak perusahaan)
d. Kesempatan mendapatkan dana project sebesar 5 juta/orang
 Persyaratan :

a. Mahasiswa semester 3-7 semua jurusan (pada Juli 2012)
b. IPK min. 3.0
c. Aktif dalam kegiatan organisasi
d. Tidak sedang menerima beassiwa dari perusahaan atau institusi manapun.

Formulir dikirim paling lambat 9 April 2012 ke astra1st@ai.astra.co.id
Formulir dapat diunduh di
http://www.astra.co.id/index.php/career/astra1st
For more information join facebook : Astra Community
Astra Recruitment Centre

Sabtu, 24 Maret 2012

Makna Filosofis Lagu GUNDUL-GUNDUL PACUL


Taukah anda lagu Gundul-gundul Pacul? Bagi anda yang orang Jawa pasti jawabannya, ya sangat tau.. Yap,  Gundul-gundul Pacul adalah tembang Jawa yang sering kali orang-orang jawa  nyanyikan untuk menghibur diri. Dari mulai anak-anak sampai wong tua-pun pasti pernah menyanyikannya, seenggaknya mendengarkannya. Tembang yang diciptakan tahun 1400 an oleh Sunan Kalijaga dan teman-temannya yang masih remaja ini, ternyata mempunyai arti filosofis yg dalam dan sangat mulia.

LIRIK DARI LAGU DAERAH JAWA "GUNDUL-GUNDUL PACUL"

Gundul gundul pacul-cul,
gembelengan
Nyunggi nyunggi wakul-kul, gembelengan
Wakul ngglimpang
segane dadi sak latar

MAKNA FILOSOFIS DARI LAGU DAERAH JAWA "GUNDUL-GUNDUL PACUL"

Gundul:

Adalah kepala plonthos tanpa rambut. Kepala adalah lambang kehormatan, kemuliaan seseorang. Rambut adalah mahkota lambang keindahan kepala. Maka gundul artinya kehormatan yang tanpa mahkota.

Sedangkan pacul:

Adalah cangkul yaitu alat petani yang terbuat dari lempeng besi segi empat. Pacul adalah lambang kawula rendah yang kebanyakan adalah petani.

Gundul pacul artinya:

Bahwa seorang pemimpin sesungguhnya bukan orang yang diberi mahkota tetapi dia adalah pembawa pacul untuk mencangkul, mengupayakan kesejahteraan bagi rakyatnya. Orang Jawa mengatakan pacul adalah papat kang ucul (empat yang lepas).Artinya bahwa kemuliaan seseorang akan sangat tergantung empat hal:
Bagaimana menggunakan mata, hidung, telinga dan mulutnya.

1. Mata digunakan untuk melihat kesulitan rakyat.
2. Telinga digunakan untuk mendengar nasehat.
3. Hidung digunakan untuk mencium wewangian kebaikan.
4. Mulut digunakan untuk berkata-kata yang adil.

Jika empat hal itu lepas, maka lepaslah kehormatannya.

Gembelengan:

Gembelengan artinya: besar kepala, sombong dan bermain-main dalam menggunakan kehormatannya. Banyak pemimpin yang lupa bahwa dirinya sesungguhnya mengemban amanah rakyat. Tetapi dia malah:

1. Menggunakan kekuasaannya sebagai kemuliaan dirinya.
2. Menggunakan kedudukannya untuk. berbangga-bangga di antara manusia.
3. Dia menganggap kekuasaan itu karena kepandaiannya.

Nyunggi wakul, gembelengan Nyunggi wakul artinya:

Membawa bakul (tempat nasi) di kepalanya.Banyak pemimpin yang lupa bahwa dia mengemban amanah penting membawa bakul dikepalanya.

Wakul adalah:

Simbol kesejahteraan rakyat yaitu kekayaan negara, sumberdaya,
Pajak adalah isinya. Artinya bahwa kepala yang dia anggap kehormatannya berada di bawah bakul milik rakyat. Kedudukannya di bawah bakul rakyat. Siapa yang lebih tinggi kedudukannya, pembawa bakul atau pemilik bakul? Tentu saja pemilik bakul. Pembawa bakul hanyalah pembantu si pemiliknya. Dan banyak pemimpin yang masih gembelengan (melenggak lenggokkan kepala dengan sombong dan bermain-main).

Akibatnya:

Wakul ngglimpang segane dadi sak latar. Yang artinya bakul terguling dan nasinya tumpah ke mana-mana.

Jika pemimpin gembelengan, maka sumber daya akan tumpah ke mana-mana. Dia tak terdistribusi dengan baik. Kesenjangan ada dimana-mana. Nasi yang tumpah di tanah tak akan bisa dimakan lagi karena kotor. Maka gagallah tugasnya mengemban amanah rakyat.

Jumat, 23 Maret 2012

Kerja Keras seorang Jackie Chan

Bayi ini tidak seperti bayi lainnya di dunia yang melewatkan masa-masa didalam rahim selama 9 bulan. Ia menghabiskan total 12 bulan di dalam kandungan. Hal ini menyebabkan sang ibu harus menjalani operasi Caesar demi mengeluarkan sang bayi ke dunia. Saat lahir pada 7 April 1954, beratnya sudah 6 kg.
Biaya operasi yang tinggi tidak sanggup dibayar dengan gaji ayahnya sendiri. Akibatnya, sang ayah terlilit utang besar. Bukan Cuma itu, untuk melunasi utang tersebut, ayahnya nyaris menual si bayi tersebut sebelum seorang teman akhirnya membantu melunasi utang-utangnya.
Jackie Chan nama bayi itu, menghabiskan masa kecilnya di kawasan miskin kota Hongkong. Pada 1960, kehidupan mereka mulai membaik setelah pindah ke Australia karena ayahnya mendapatkan pekerjaan di kedutaan Australia sebagai juru masak. Jackie mengalami kesulitan dalam mengikuti pendidikan di sana karena ia sendiri belum pernah disekolahkan dengan standar yang sama dengan Australia.
Pada usia 7 tahun, Jackie dikirim kembali ke Hongkong untuk mengikuti Peking Opera School. Orangtuanya merasa ia akan lebih cocok dengan sekolah tersebut. Di sana, ia diajari banyak ketrampilan seni seperti menari, akrobatik, beladiri, menyanyi, teater, dan lain-lain. Ketika umur 17 tahun, Jackie keluar dari sekolah karena ingin serius mencari pekerjaan.
Jackie Chan berpartisipasi dalam dunia film untuk pertama kalinya sebagai stuntman. Salah satu film besar pertama yang diperaninya adalah Enter The Dragon dan ia menadi salah satu figuran yang dipukuli Bruce Lee dalam film itu. Jackie menjadi pemeran pembantu yang memerankan adegan-adegan akrobatik berbahaya, dari mulai dipukuli, sampai loncat dari gedung pun ia lakukan demi kesuksesannya. Akibatnya ia mengalami banyak cidera di kakinya. Baginya, patah tulang adalah hal biasa. Tidak jarang ia harus bolak-balik oprasi kaki demi pekerjaannya. Karena banyaknya oprasi yang ia jalani, sekarang sudah lebih dari 3 kg pen yang bersarang di kakinya.
Setelah bergelut dalam banyak film, Jackie mulai mendapatkan peran utama. Setelah kematian Bruce Lee, Jackie diharapkan menjadi ‘Bruce lee’ selanjutnya. Karakter ini sebetulnya tidak cocok dengan Jackie Chan. Kariernya menjadi stagnan dan saingannya dari Indonesia, Willy Dozan, justru menadi favorit penonton film mandarin di Hongkong. Hingga akhirnya pada 1978, ia mendapat peran dalam “Snake in the Eagle’s Shadow”. Film ini menadi titik balik bagi Jackie karena ia berperan sesuai dengan karakter favoritnya yaitu memadukan komedi dan beladiri.
Drunken Master, salah satu film berikutnya juga sukses diperankan oleh Jackie. Hingga kemudian, ia mulai manapaki popularitas di dunia perfilman Hongkong. Tidak hanya berperan, Jackie mulai menjadi sutradara dan koreografer beladiri dalam film-filmnya. Akhirnya pada 1995 ia berkesempatan membuat film yang juga dijual di Amerika Serikat, Rumble in The Bronx. Film ini adalah langkah pertama Jackie untuk menaklukan Holliwood. Selanjutnya, ia menajadi actor Cina tersukses di Amerika setelah Jet Lee.